Hubungan suami istri dalam islam masih menjadi pertanyaan bagi sebagian pasangan suami istri yang baru saja melakukan pernikahan. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa di dalam agama Islam segala sesuatu dalam kehidupan ini sudah diatur dengan baik dan komplit. Karena, di dalam islam (khususnya di Indonesia) ada 4 hukum yang diberlakukan yaitu Al-quran, Sunnah, Ijtima', dan Qiyash.
Ketika akan melakukan hubungan suami-istri, tidak hanya menyalurkan nafsu belaka karena inti dari hubungan tersebut adalah mendapatkan keturunan yang shaleh dan shalehah. Lalu bagaimanakah cara bersetubuh agar cepat hamil menurut islam, dan kapan waktu yang cocok untuk melakukan hubungan intim dalam islam?. Pertanyaan itulah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.
Hubungan Suami Istri Dalam Islam Agar Cepat Hamil
Melakukan hubungan intim bagi suami istri adalah suatu kebutuhan biologis yang mendasar. Oleh karenanya, terdapat beberapa amalan yang sebaiknya dilakukan ketika melakukan hubungan suami istri baik sebelum, sedang, maupun sesudah melakukannya. Tentunya, agar terbentuk kondisi keluarga yang harmonis dan yang paling penting cepat mendapatkan keturunan yang shaleh serta shalehah, cerdas, dan berbakti terhadap orang tua.Cara Bersetubuh Agar Cepat Hamil Dalam Islam
Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa:“Apabila kalian melakukan senggama dengan istrinya , maka jangan telanjang seperti telanjangnya himar“.
Tatacara ketika melakukan hubungan intim sebaiknya melakukan beberapa amalan sebagai berikut:
- Terlebih dahulu, disunnahkan membaca "Basmallah"
- Setelah itu, membaca surat Al-Ikhlash
- Kemudian, melafalkan bacaan takbir dan tahlil (Allohu akbar, Laailaha illalloh)
- Membaca doa: Bismillahil 'aliyyil 'azhim. Allohummaj 'alhaa wa dzurriyatan thayyibah, in kunta qoddarta an-tukhrija dzaalika min shulbi. Allohumma ajnnibni asy syaithon wa jannib asy-syaithon maa rozaqtanaa.
- Gunakanlah penutup badan (selimut), dan jangan melakukan jimak dengan telanjang bulat
- Setelah itu, silahkan memulai hubungan suami istri dengan cara cumbu rayu dan ciuman hangat.
Posisi Yang Baik Ketika Melakukan Hhubungan Suami Istri Dalam Islam
- Dianjurkan tidak mengadap kearah kiblat
- Jangan membuat kebisingan seperti banyak berbicara.
- Ketika istri hendak orgasme, maka suami membaca do'a di dalam hati: Alhamdulillahilladzi kholaqo minal ma' basyaro faja’alahu nasaban wa shahra wa kana robbuka qodîra.
- Usahakan untuk mengeluarkan (orgasme) secara bersama-sama. Oleh sebab itu, bagi kaum pria jangan terlalu cepat mentuntaskan permainan sebelum pihak wanita mencapai orgasme.
- Apabila akan mengulangi jimak yang kedua, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu kemaluannya.
Waktu Yang Pas Dalam Hubungan Suami Istri
Ketika hendak melakukan Hubungan Suami Istri Dalam Islam, perlu diperhatikan juga waktu yang pas agar tidak menyalahi aturan. Waktu ketika hendak melakukan jimak yaitu:
- Dilakukan setiap empat hari sekali, atau tergantung kebutuhan.
- Sebagian ulama Indonesia ada yang mensunnahkan setiap hari Jum’at.
- Dimakruhkan melakukan hubungan badan bagi suami istri pada awal malam.
- Dimakruhkan juga ketika dilakukan pada saat awal bulan, tengah, dan akhir bulan.
- Dimakruhkan berjimak saat awal malam hingga ia tidak tidur
Sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Al Ghazali dalam kitab Al Ihya' 'Ulumuddin sebagai berikut:
"Dan sebaiknya suami mendatangi pasangannya sebanyak empat hari sekali. karena hal tersebut adalah yang paling ideal. Sebab, jumlah maksimal perempuan (yang boleh dinikahi) itu empat. Selanjutnya, boleh juga mengakhirkan sampai batas ini, bisa sebaiknya menambah atau mengurangi sesuai dengan kebutuhan istri dalam tahshîn. Dan dimakruhkan bagi suami untuk menyetubuhi pasangannya pada waktu tiga malam dari satu bulan yaitu pada awal bulan, akhir, dan tengah bulan. Dinyatakan bahwa Sesungguhnya syaitan akan menghadiri jimak yang dilakukan pada malam-malam ini. Sebagian ulama mensunnahkan melakukan jimak pada hari dan malam jumat sebagai hasil tahqiq terhadap salah satu dari dua ta’wil dari sabda Rasulullah saw: Allah akan merahmati orang mencuci dan mandi (pada hari jumat). Apabila hendak berhubungan badan dengan istrinya untuk yang kedua kali maka hendaknya ia mencuci kemaluannya. Dan dimakruhkan berjimak saat awal malam hingga ia tidak tidur kecuali dalam kondisi tidak suci, maka jika ingin tidur atau makan hendaknya ia melakukan wudlu sebagaimana wudlu untuk shalat. Demikian ini hukumnya sunnah".

