Kumpulan Hukum, Dalil, Dan Do'a Agama Islam

Doa Niat Puasa Idul Adha Bahasa Arab - Indonesia Beserta Artinya

Doa Niat Puasa Idul Adha

Doa Niat Puasa Idul Adha atau niat puasa dzulhijjah bagi sebagian kaum muslim mungkin masih banyak yang belum hafal terutama muslim KTP hehe. Ya, karena puasa idul adha merupakan salah satu puasa sunah maka banyak yang belum mau menjalankannya. Sebab itulah niat puasa idul adha banyak yang belum hafal bahkan belum mengerti sama sekali.

Puasa idul adha sering disebut dengan puasa arafah memiliki dasar hukum sunah muakad. Artinya, puasa yang dianjurkan oleh para ulama di dunia. Puasa arafah biasa dilaksanakan saat  jamaah haji sedang melaksanakan wuquf di Arafah. Biasanya,  Puasa sunnah Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini memang dianjurkan khusus bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Muslim:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Artinya, “Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu,” (HR Muslim).

Doa Niat Puasa Idul Adha Bahasa Arab - Indonesia Beserta Artinya

Bagi kaum muslim yang hendak menunaikan puasa idul adha atau puasa arafah dianjurkan untuk niat puasa sunnah Arafah di malam harinya. Berikut adalah doa niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa ’i sunnati 'Arafah lillahi ta‘aalaa.
Artinya, “Saya niat puasa sunnah untuk hari esok dibulan Arafah karena Allah Ta'alaa.”

Apabila Anda hendak bepuasa siang hari namun di malam harinya Anda belum melafalkan niat dan belum niat puasa sunah, Anda bisa menyusul seketika itu juga (pada saat siang hari). Syaratnya, Anda belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa hingga batas maksimal sampai memasuki waktu shalat dzuhur.

Kewajiban dalam berniat puasa diwaktu malam hanya berlaku untuk puasa wajib misalnya puasa ramadhan dan puasa yang sudah direncanakan (puasa udzur). Berikut meruakan lafal niat puasa sunnah Arafah pada waktu siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adaa i sunnati 'Arafah lillahi ta‘aalaa.
Artinya, “Saya niat puasa sunnah untuk hari ini dibulan Arafah karena Allah Ta'alaa.”.

Keutamaan Puasa Bulan Dzulhijjah (Idul Adha)

Tidak kalah dengan bulan Ramadhan, bulan Dzulhijah juga termasuk bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, karena di dalamnya terdapat ibadah wajib bagi kaum Islam yaitu ibadah haji (bagi yang mampu). Namun bagi yang belum bisa menjalankannya, dianjurkan untuk shalat, puasa sunah, dan memperbanyak amal shaleh

Adapun keutamaan puasa bulan dzulhijjah seperti yng tertera dalam hadits riwayat Ibnu ‘Abbas di dalam Sunan At-Tirmidzi:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر
Artinya, “Rasulullah SAW berkata: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini,” (HR At-Tirmidzi).

Dari hadist di atas disebutkan sepuluh hari, bukan berati tanggal 10 Dzulhijjah dianjurkan untuk berpuasa. Justru menunaikan ibadah puasa pada tanggal itu hukumnya haram karena bertepatan dengan ‘Idul Adha. Pendapat An-Nawawi sebagaimana dikutip oleh Al-Mubarakfuri dalam kitabn Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan:

والمراد بالعشر ها هنا الأيام التسعة من أول ذي الحجة

Artinya, “Yang dimaksud sepuluh hari di sini ialah sembilan hari, terhitung dari tanggal satu Dzulhijjah.”

Menurut pendapat An-Nawawi di atas, siapapun disunahkan untuk beramal sebanyak-banyaknya di bulan Dzulhijjah khususnya puasa sembilan hari di awal bulan. Saking penasarannya, Dalam hadits lain disebutkan bahwa para sahabat menanyakan tentang keutamaan beramal sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, “Apakah jihad juga tidak sebanding dengan beramal pada sepuluh hari tersebut?” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, terkecuali bagi mereka yang telah mengorbankan harta beserta jiwanya di jalan Allah (mati syahid),” (HR Ibnu Majah)

Meskipun Rasul telah menyetarakan pahala beramal dan mati syahid di sepuluh hari Dzulhijjah, namun konteks negara kita khususnya Indonesia bukan lagi negara dengan kondisi perperangan. Sekarang, kondisi negara Kita sedang dalam kondisi aman dan damai. Karenanya, para ulama sepakat untuk memperbanyak amal di bulan Dzulhijjah, terutama puasa lebih diprioritaskan.

Keutamaan puasa dibulan dzulhijjah hari ke 1-9

Hari ke-1: Pada hari pertama dijalaskan bahwa Nabi Adam AS diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.
Kari ke-2: Pada hari kedua Allah SWT telah mengabulkan do'a Nabi Yunus AS yang pada saat itu berada di dalam perut ikan.
Barang siapa menunaikan ibadah pada hari itu, niscaya akan dihapuskan dosa selama 1 tahun penuh tanpa ada perbuatan maksiat sedikitpun.
Hari ke-3: Hari dimana dikabulkannya doa Nabi Zakariya AS. Barang siapa yang berpuasa dihari ini, niscaya akan dikabulkan pula doanya seperti Nabi Zakariya AS.
Hari ke-4: Hari kelahiran Nabi Isa AS. Bagi yang berpuasa dihari ke empat ini maka akan dijauhkan dari kesengsaraan dan kemiskinan.
Hari ke-5: Hari kelahiran Nabi Musa AS. Orang yang berpuasa dihari ini niscaya akan di jauhkan dari kemunafikan dan azab kubur.
Hari ke-6: Hari pembukaan pintu kebajikan untuk Nabi-nabinya. Orang yang berpuasa dihari ini akan dipandang oleh Allah dengan penuh rahmat dan tidak akan diazab.
Hari ke-7: Hari ditutupnya pintu jahannam dan tidak akan dibuka hingga 10 Dzulhijjah lewat. Bagi yang berpuasa, Allah akan menutp 30 pintu kemelaratan dan kesukaran serta dibukaNya 30 pintu kesenangan dan kemudahan.
Hari ke-8: Disebut hari tarwiyah. Bagi yang berpuasa akan mendapatkan pahala yang tidak diketahui besarnya oleh siapapun kecuali Allah SWT.
Hari ke-9: disebut hari arafah. Bagi yang berpuasa akan menjadi tebusan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Kesimpulan Berpuasa Dibulan Idul Adha (Dzulhijjah)

Doa niat puasa idul adha sebaiknya dilakukan di dalam hati. karena sejatinya niat wajib dilakukan di dalam hati saja. Adaapn pelafalan niat puasa idul adha hukumnya sunah. Pelafalan niat sejatinya hanya bertujuan untuk meluruskan niat ketika dilakukan di dalam hati nantinya. Untuk lebih jelas mengenai niat puasa idul adha baik itu hari pertama dan kedua serta seterusnya, silahkan baca kitab fiqih. Jika belum bisa, mintalah arahan dan penjelasan dari Ustadz yang ada disekitar Anda berada.